loader image

Tanggung Jawab Terhadap Ketenagakerjaan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Karyawan merupakan kelompok pemangku kepentingan
internal yang penting bagi Perseroan dalam menjalankan
usaha. Di samping tugas dan tanggung jawab yang
dijalankan oleh karyawan, karyawan juga memiliki hakhak yang mesti diperhatikan, agar kontribusinya terhadap
Perseroan dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan
menjadi lebih baik lagi.

1. Kesetaraan Gender dan Kesempatan Kerja

Dalam proses rekrutmen calon karyawan, Perseroan
membuka kesempatan bagi setiap karyawan untuk
bekerja di perusahaan tanpa memandang perbedaan
suku, ras, agama, dan gender, sebagaimana tertera
dalam Perjanjian Kerja Bersama. Seleksi calon karyawan
lebih didasarkan pada hasil seleksi yang sesuai dengan
persyaratan yang telah ditetapkan oleh Perseroan.

2. Pendidikan dan Pelatihan

Sesuai dengan misi Perseroan untuk “memberdayakan
karyawan melalui pengembangan human capital“,
maka Perseroan konsisten dalam menjalankan program
pengembangan dan pelatihan, baik secara internal
maupun eksternal, di bidang hard kompetensi maupun
soft kompetensi. Selama tahun 2018, telah diadakan
58 program pengembangan dan pelatihan yang
diberikan kepada karyawan dengan total biaya sebanyak
Rp248.700.000,-. Program pengembangan dan pelatihan
diberikan sesuai dengan kebutuhan pengembangan
perusahaan dan karyawan dengan berbasis kompetensi.

3. Renumerasi dan Fasilitas Karyawan

Sebagai bentuk penghargaan terhadap karyawan
dalam mendukung pencapaian kinerja, Perseroan
memberikan remunerasi yang layak dan sesuai dengan
peraturan-peraturan pemerintah dalam bidang
ketenagakerjaan. Perseroan telah memiliki skala
golongan upah sesuai dengan ketentuan Peraturan
Menteri Ketenagakerjaan No. 01 tahun 2017. Di samping
itu, berbagai fasilitas kesejahteraan untuk karyawan
juga disediakan oleh Perseroan, meliputi:

a. Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan

Perseroan mengikutkan semua karyawan dalam program BPJS Ketenagakerjaan, serta mengikutkan
semua karyawan dan keluarga (sesuai ketentuan) dalam program BPJS Kesehatan dengan iuran sesuai ketentuan yang berlaku.

b. Fasilitas Penghargaan Masa Kerja
Perseroan memberikan penghargaan kepada karyawan dengan masa kerja 20 tahun, 30 tahun dan usia pensiun, yang diberikan melalui acara khusus

c. Fasilitas Makan dan Minum (air mineral, susu, teh dan kopi)
Perseroan menyediakan makan dalam 1 waktu untuk karyawan selama jam kerja, serta air minum dalam mesin dispenser di setiap bagian unit kerja.
Perseroan juga menyediakan susu untuk karyawan yang bekerja di bagian yang menggunakan atau terpapar zat kimia, serta teh atau kopi untuk
karyawan yang kerja di shift malam.

d. Fasilitas Ibadah

Perseroan memiliki fasilitas ibadah berupa mesjid di lokasi depan dan musholla di setiap lokasi kerja.

e. Fasilitas Olahraga

Lapangan olah raga: bulu tangkis, tenis meja, voli, tenis lapangan, dan sepakbola, tersedia untuk digunakan secara cuma-cuma oleh karyawan.

f. Fasilitas Koperasi

Perseroan memiliki koperasi karyawan yang bergerak dalam usaha toko, cafetaria dan simpan pinjam yang dapat dinikmati oleh semua karyawan.

g. Fasilitas Rekreasi

Perseroan memberikan fasilitas rekreasi karyawan sesuai dengan kinerja Perseroan, dalam bentuk gathering atau lainnya.

h. Fasilitas Perpustakaan

Perseroan menyediakan perpustakaan sebagai wadah bagi karyawan untuk menambah ilmu dan pengetahuan, baik dalam hal yang berkaitan dengan pekerjaan maupun hal umum

i. Fasilitas Beasiswa bagi Anak Karyawan yang Berprestasi

Perseroan setiap tahunnya memberikan beasiswa kepada anak karyawan yang berprestasi mulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas. Untuk tahun 2018, beasiswa bagi anak karyawan telah disalurkan sebesar Rp33.000.000,-

j. Fasilitas Transportasi

Perseroan memberikan fasilitas berupa kendaraan jemputan untuk memudahkan setiap karyawan datang tepat waktu dan langsung siap untuk
melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya.

4. Tingkat Turnover Karyawan

Sepanjang tahun 2018, tingkat turnover karyawan tercatat rata-rata sebesar 0,70%. Jumlah ini lebih baik dari tahun 2017 yang mencapai 1,18%.

5. Sarana dan Keselamatan Kerja

Perlindungan terhadap keselamatan tenaga kerja
merupakan hal krusial yang harus menjadi perhatian utama
perusahaan. Perseroan melaksanakan ketentuan kesehatan
dan keselamatan kerja sesuai dengan perundang-undangan
yang berlaku. Perseroan menyediakan peralatan dan
sarana K3 yang wajib digunakan karyawan. Perseroan juga
membentuk tim Pembina Kesehatan dan Keselamatan Kerja
(P2K3) dan memiliki ahli K3 untuk mengkoordinasikan hal
yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja di
lingkungan perusahaan. Selain itu, pemeriksaan kesehatan
secara rutin terhadap karyawan yang dinilai melakukan
pekerjaan yang rentan dan berdampak pada kesehatan juga
dilakukan. Penyediaan sarana dan prasarana keselamatan
kerja di tahun 2018 ini telah menggunakan biaya sebesar
Rp24.024.900,-.

6. Tingkat Kecelakaan Kerja

Perseroan menjalankan program preventif untuk menekan
angka kecelakaan kerja melalui program kerja Tim P2K3,
meliputi penyediaan alat pelindung diri (APD), sosialisasi
dan evaluasi penggunaan APD, edukasi penyakit akibat
kerja, inventarisasi sumber bahaya di pekerjaan, dan
rekayasa teknologi untuk mengantisipasi kecelakaan kerja.
Berdasarkan program tersebut, tingkat kecelakaan kerja
selama tahun 2018 rata-rata mencapai 0,90 kasus per
bulan dengan mengakibatkan hilangnya jam kerja rata-rata
3 hari per kejadian. Pencapaian ini lebih baik dibandingkan
tahun 2017 yang mencapai rata-rata 1 kasus per bulan
dengan hilangnya jam kerja rata-rata 3 hari per kejadian.

7. Mekanisme Pengaduan Masalah Ketenagakerjaan

Perseroan memberikan kesempatan karyawan dalam membentuk Serikat Pekerja. Penyelesaian masalah atau pengaduan masalah ketenagakerjaan dilaksanakan antara wakil perusahaan dan wakil karyawan melalui serikat Pekerja secara musyawarah untuk mufakat dalam Lembaga Kerjasama Bipartit dengan tetap mengacu kepada perundang-undangan yang berlaku dan Perjanjian Kerja Bersama. Secara rutin, yaitu 2 kali dalam 1 bulan diadakan pertemuan Bipartit untuk membahas mengenai hal-hal hubungan industrial. Berikut bagan mekanisme pengaduan masalah ketenagakerjaan: