loader image

Dasar Pelaksanaan CSR

Pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan/corporate social responsibility (CSR) telah menjadi bagian penting dari keberlanjutan usaha. Dalam hal ini, Perseroan menyadari bahwa setiap keberhasilan yang diraih tidak terlepas dari dukungan banyak pihak, baik karyawan, masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Dasar pelaksanaan CSR Perseroan mengacu pada UndangUndang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Pemerintah No. 47 tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Selain itu, implementasi CSR di Perseroan juga didasarkan pada 7 inti ISO 26000, yaitu:

1. Tata kelola organisasi: sistem pengambilan dan penerapan keputusan perusahaan dalam rangka pencapaian tujuannya;
2. Hak asasi manusia: hak dasar yang berhak dimiliki semua orang sebagai manusia, yang antara lain mencakup hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya;
3. Praktik ketenagakerjaan: segala kebijakan dan praktik yang terkait dengan pekerjaan yang dilakukan di dalam atau atas nama perusahaan;
4. Lingkungan: dampak keputusan dan kegiatan perusahaan terhadap lingkungan;
5. Prosedur operasi yang wajar: perilaku etis organisasi saat berhubungan dengan organisasi dan individu lain;
6. Isu konsumen: tanggung jawab perusahaan penyedia barang/jasa terhadap konsumen dan pelanggan;
7. Pelibatan dan pengembangan masyarakat: hubungan organisasi dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi.