• id
  • en

Proses lanjutan setelah texturizing adalah twisting, dimana benang diberikan twist/puntiran dengan nilai puntiran tertentu (TPM) twist per meter yang menjadikan benang semakin kompak dan kuat, serta sifat lain sesuai dengan peruntukan design. Dalam proses ini dikenal 2 macam benang, low twist (< 450 tpm) dan high twist (> 450 tpm). Twist diantaranya berguna untuk memberikan ketahanan kepada benang agar tidak pecah saat proses weaving, selain itu juga berguna untuk memberikan efek “jatuh” dravery karena kain mempunyai masa jenis yang tinggi. Serta meningkatkan daya tenun.